Entries Tagged 'Story' ↓
May 12th, 2008 — Story
Sepertinya lingkungan rumah saya yang dulu di Bekasi rada-rada deh …
Pernah, saya terbangun karena lolongan anjing sekitar jam 2 malam. Suaranya berisik sekali. Lama kemudian, ada lagi suara anjing yang ke 2. Malam itu jadi ramai sekali.
Mula-mula sih saya tenang aja, tapi karena terlalu lama lolongan anjing, saya jadi ingat kata orang kalau anjing melolong diwaktu malam hari berarti ada setan lewat. Nah … lho ada setan … langsung saya baca semua surat di Al Qur’an yang saya ingat sama ayat Kursi sambil tutup kuping pake bantal. Walaupun ga mempan telinga ditutup sama bantal … ya lumayanlah ga terlalu berisik. Akhirnya saya tertidur.
Besok malamnya, saya terbangun lagi sekitar jam 1.30 karena lolongan anjing juga. Dan saya juga melakukan bacaan yang sama plus tambah keringat dingin.
Besoknya lagi, terbangun jam 12.30, sama juga karena lolongan anjing. Anjingnya tambah 1 lagi, jadi 3 … sepertinya dia bawa teman-temannya. Lolongan anjingnya menyayat hati, ada yang seperti serigala.
Duh, saya ingin teriak dan keluar dari kamar yang kebetulan ada dilantai atas. Ingin bilang ke mereka ‘Apakah kalian ga bisa DIAM … BERISIK tahu ….!!! Gw besok kerja, bangun pagi-pagi … 3 hari gw kurang tidur!!!’ Tapi saya urungkan karena ketakutan saya lebih besar.
Besok malamnya lagi, kebetulan saya bangun jam 11.58 malam. Anjing tidak melolong. Saya lihat jam menunggu waktu jam 12.00 malam tepat. Apakah mereka akan melolong. Saya menunggu berdebar-debar. Dan benar tepat jam 12.00 malam, mulai para anjing melolong ……….. gw takut …. ramai sekali … Saya lihat adik saya yang tidur sekamar tidak terbangun, kenapa ga pada bangun seisi rumah ? Biasanya bapak saya sensitif nih soal keberisikan.
Besoknya lagi, bangun jam 11.55, sama kejadian yang diatas. Tepat jam 12.00, mulai ramai lah mereka. Agak lama, akhirnya terdengar suara ayam jantan berkokok … duh alhamdulillah … akhirnya ada malaikat datang. Para anjing diam sebentar kemudian melolong lagi dan ayam berkokok semakin kencang … malam itu semakin ramai saja. Akhirnya saya tertidur.
Kurang lebih semingguan begitu saja … duh saya benar2 ngantuk … dan ingin tidur pulas.
Waktu sarapan saya tanya ke orang tua dan adik-adik, apakah terbangun malam hari karena lolongan anjing. Kata mereka TIDAK. Malah mereka bilang, cuma perasaan saya saja atau saya penakut atau mimpi kali.
Duh, mimpi dalam seminggu ya … engga lah !!! … saya sudah pake acara cubit pipi segala, suerr deh memang kejadian benaran.
Saya tanya, apakah ada tetangga yang punya anjing ? Kata ortu, ada tetangga belakang, baru seminggu-an mereka punya anjing. Katanya anjing-anjingnya lucu-lucu. Punya dua ekor.
Kebetulan saya sekamar dengan adik dan dia juga ga percanya jadi saya janji untuk membangunkan dia malam hari jika anjing melolong.
Malamnya, saya terbangun karena lolongan anjing, saya bangunkan adik. Adik saya berani nih ngintip dari jendela, ga keliatan ada anjing di jalan. Akhirnya kita keluar kamar, di teras atas tetap tidak terlihat anjingnya tapi suara lolongan masih terdengar.
Karena tetap tidak terlihat, jadi kami ambil kesimpulan, para anjing ada di jalanan gang yang dari posisi kita ga keliatan.
Kita berdua sebenarnya ingin teriak “BERISIK” tapi ga jadi karena pertimbangan nanti ngebangunin tetangga terus nanti malah setannya pada marah. Kita ga lama sih berada di luar karena sudah takut dan tidak lihat anjingnya. Kalau mau turun ke bawah dan bangunin ortu, ga berani. Kalau saya pribadi ingin cepat-cepat masukke kamar karena saya merasa dibelakang saya ada sesuatu deh …..
Dan akhirnya kita masuk dan saya bilang sambil bisik-bisik, “Udah semingguan tuh kayak gitu, percayakan ….” dan adik saya bilang, “Kok baru sekarang bilangnya”
Dan kita pun tidur, sebelumnya baca segala macam doa dan ayat kursi.
Dan untungnya, ga lama kemudian, saya nginap sebulanan lebih di rumah tante di Jakarta. Jadi ga dengar lagi suara lolongan anjing.
Setelah saya balik ke rumah, tanya ke ortu soal anjing tetangga, kata beliau, anjingnya sudah dikasih ke orang. Tapi tetap sampai sekarang ortu ga percaya soal lolongan anjing.
Duh, akhirnya saya bisa tidur nyenyak juga …
April 17th, 2008 — Kesehatan, Story
“Salah bantal” alias leher tegang selama berjam-jam saat tidur, sakit juga ya …..
Baru ngerasain Senin pagi (14/4/08), waktu bangun …. duh …. ga bisa diangkat kepalanya. Pelan-pelan tapi pasti akhirnya keangkat juga nih kepala.
Karena menganggu aktivitas dan sakit banget, dengan cepat saya minta diantar ke tukang urut. Tukang urut pertama ga ada di rumahnya. Jadi kita ke tukang urut ke dua. Kalau bapak sih ga rekomendasikan yang kedua, tapi gimana ya … saya ga tahu obatnya dan baru kali ini kena “salah bantal”. Saya juga ga mau diurut karena ga suka diurut.
Urutan pertama, membuat leher saya tambah sakit. Kata tukang urutnya kembali saja sore hari, karena belum selesai. Tidak sampai sore, siangnya saya kembali lagi karena sakitnya tambah menjadi-jadi. Katanya memang sakit tapi nanti beberapa hari sembuh kok. Beliau bilang, jangan lupa kasih koyo yang putih.
Glekk … duh …. pake koyo … hiiik hikkk, saya kenalnya koyo cabe. Dulu, pernah pake koyo cabe, ga sampai 10 menit, langsung dilepas, panaaasss rek … dan ngelepasinya harus menahan sakit karena kecabut juga bulu-bulu halus.
Ke toko obat beli koyo, nah di toko obat ditawarin koyo dari tulang macan (akhirnya tahu di rumah). Bapaknya ngasih tahu cara menggunakan koyo tersebut. Saya setuju untuk menggunakannya. Pokoknya apa aja deh buat sembuhin leher saya.
Sampai di rumah, saya baca, duh dari tulang macan. Kan saya pecinta the big cat and small cat. Yang membuat saya terheran-heran dan ketawa geli, bahan-bahan yang digunakan ga sesuai sama judul koyonya ! Ga ada tulisan dari tulang macan malah ada kata dari 3 macam ular. Bahasa tulisannya campuran bahasa Indonesia tempo dulu dan sekarang.
Bahan obatnya dibikinnja dari 36 daon-daonan, 75 matjem obat akar-akaran jang berfaedah, 5 matjem minyak, 3 matjem uler, lantas dimasak dan kerdjaken dalem tempo 3 hari 3 malem baru siap dan dijadilah ini obat (Koyo).
Saya panggang nih, tapi sayang nempelnya ga lama, katanya kulit saya berkeringat. Tapi boros ya .. kalau ga nempel, harus ke api untuk dipanggang. Saya saja dalam 30 menit sudah 5 kali koyonya dipanggang.
Akhirnya beli salonpas. Salonpas ga panas, padahal 3 lembar ditempel ke leher … 2 jam kemudian dicabut. Waktu tidur malam hari, saya pasang lagi salonpas, akhirnya panas juga tapi saya ga bisa tidur. Karena ga bisa tidur, jam 3 malam saya buka saja salonpasnya, akhirnya bisa tidur juga walaupun sebentar.
Pagi harinya, saya ga bisa buka mulut, susah nelan, susah makan dan minum, leher dan pundak sebelah kiri tambah sakit, malah sakitnya sampai ke kepala. Saya juga jemur bantal. Dokter gigi saya SMS pagi-pagi memberitahukan memajukan jadwal kontrol tanggal 20 April 2008, sayang saya ga bisa, nunggu sembuh dulu lehernya. Nanti ga jelas mana sakit karena urusan gigi atau sakit leher dan kepala yang tiba-tiba datang. Biasanya dokter gigi saya, kalau saya merasa sakit, beliau berhenti dulu. Wah, kalau berhenti terus lama donk selesainya.
Untuk bekerja di depan komputer saya ga sanggup untuk lama-lama. Cari di google, ketemu obat masa kini, namanya Neuropyron-V yang terdiri dari Methampyron 500 mg, Vitamin B1 50 mg, Vitamin B6 100 mg, Vitamin B12 100 mcg, minumnya 3 kali dalam sehari sesudah makan. Alhamdulillah, bisa tidur ….
Besok harinya, sepanjang waktu, saya oleskan counterpain dan seperti biasanya saya ga bisa bertahan lama di depan komputer. Malam hari, obatnya ga manjur, saya kembali ga bisa tidur.
Hari Kamis di malam hari, ga kuat juga dan disarankan oleh para pelanggan dan teman-teman di dunia maya, saya pergi ke dokter. Dan dokter memberi obat yang sejenis dengan Neuropyron-V tapi agak lebih keras dan ramah dengan lambung saya. Juga dikasih obat untuk merilekkan otot dan penenang.
Malam hari, bisa tidur :). Pagi harinya, lumayan tidak begitu sakit, kepala saya juga ga seperti ditarik, sudah mudah makan, nelan ludah, minum. Kata dokter, boleh saja diurut tapi harus pelan dan sembuhnya sekitar kurang dari 2 minggu. Dan jangan lupa masih diolesin balsem atau counterpain atau kompres dengan air hangat sering-sering.
Mudah-mudahan cepat sembuh, benar-benar tersiksa, sampai-sampai bales email, ngaco tulisannya :))
April 5th, 2008 — Story
Tahun 1988, Bekasi dianggap “jauh” sekali. Kalau kesana lewat jalan tol dengan bis Mayasari yang butut dan tidak ber-AC, berhenti di UKI kemudian naik bis lagi untuk turun di Gelael Tebet. Jalan kaki, naik bis super cepaaaaaat yaitu Metromini S60.
Teman-teman saya bilang, “Auliah tinggal di tempat jin buang anak!!”. Kalau saya nyebutnya “tinggal nun jauh disana”.
Perkembangan Bekasi termasuk paling cepat. Dari bis Mayasari butut tanpa AC sampai Mayasari AC berbody biru dan putih, dengan tempat duduk nyaman dan bisa tidur. Dari berhenti di UKI, pelan-pelan tapi pasti sudah berhenti disegala terminal di ibukota.
Dulu komplek saya, gersang, banyak debu, banjirnya cuma didepan komplek, persisnya dekat jalan protokol kota Bekasi.
Pelan-pelan tapi pasti mulai dari tidak ada telepon dan angkot, akhirnya ada angkot berhenti depan rumah, Indomart pas sebelah rumah, ada show room kecil-kecilan tapi ramai, pas disebelah rumah juga. Ada televisi dan internet kabel, gas, PAM, harga rumah yang tinggi karena berada di segitiga emasnya kota Bekasi. Musim kemarau, daun Akasia berguguran, hujan datang, rimbun kembali. Tapi tetap debunya ga tahan, banjirnya semakin lama sudah sampai melewati rumah saya. Tinggi air bisa sampai betis. Pemerintah kota Bekasi telah berusaha untuk memperbaiki gorong-gorong di bawah jalan Ir. H. Juanda tapi tetap banjir. Kalau ke mall tinggal jalan kaki, tinggal pilih mau ke arah terminal atau ke Mangunsarkoro. Kalau mau sembako murah, ada Pasar Baru Bekasi, tinggal jalan kaki atau naik angkot, cuma 10 menit.
Bekasi macet, iya macet kalau jam pagi dan sore hari sampai di depan rumah saya. Serunya, Mayasari, kendaraan paling setia, supir dan keneknya hapal muka kita, lewat juga di depan rumah. Asyikkk .. Maklumlah, kami pelanggan mereka dari tahun 1988, dari kami yang masih malu-malu sampai berpakaian blazer, hak tinggi dan bergincu. Sayangnya, mereka belum bisa merubah hidupnya.
Bekasi sudah bukan “Tempat Jin Buang Anak”
Sekarang, sudah 4 tahun tinggal di lain tempat dan kembali kata-kata “Tempat Jin Buang Anak” terdengar. “Tempat Jin Buang Anak” bukan sembarangan diucapkan. Kemarin, beberapa tetangga cerita memang benar banyak setannya bukan jin. Saya dikasih tahu beberapa titik yang perlu diwaspadai jika malam hari. Saya pernah ke salah satu titik tersebut pada siang hari, agak lama, duduk-duduk. Tempatnya nyaman dapat hembusan angin dari pohon bambu dan suara gesekannya jadi ingin tidur. Kalau malam hari, memang didaerah tersebut kurang pencahayaan.
Pernah, heboh color hijau santer terdengar, seluruh isi komplek waspada tapi tidak terlihat panik. Waktu itu color hijau baru nyatronin perumahan tetangga. Untungnya si color hijau menjauh dari komplek.
Memang, daerah yang sekarang ditempati, lambat sekali pertumbuhannya dibandingkan dengan Bekasi. Komplek tersebut sudah ada sebelum tahun 1985. Semenjak ada angkot, waktu operasinya cuma sampai jam 5 sore. Kalau ke Jakarta berat diongkos dan “lebih cepat tua dijalan”. Kalau ke mall harus ke Bintaro, BSD, Pondok Indah atau Town Square. Bedanya, udara sangat segar, airnya dingin, dan petirnya ga kuukuuu. Bagus untuk tempat istirahat, olahraga, cuci mata lihat yang hijau.
March 4th, 2008 — Story
Keluarga saya sebenarnya tidak begitu kaget soal anjuran penghematan listrik, setiap hari sudah hemat listrik. Waktu malam hari, cuma lampu depan dan belakang rumah. Remang-remang persis kayak gua.
Continue reading →
March 4th, 2008 — Story
Saya sebenarnya agak keberatan jika dipanggil Uni dan Mbak.
Kalau Uni, di kampung saya, Silungkang tidak mengenal panggilan tersebut. Uni biasanya dipakai oleh masyarakat Minangkabau lainnya.
Continue reading →
February 26th, 2008 — Story
Pasti kita tahu pekerjaan Malaikat dalam agama Islam. Malaikat dalam agama Islam itu ada 10 Malaikat yaitu :
Continue reading →
February 22nd, 2008 — Story
Akhirnya saya potong rambut di salon …. sudah lama banget ga motong rambut di tempat semestinya.
Biasanya dipotongin sama adik … potongnya tinggal lurus saja, ga neko-neko, tapi ada juga yang mencong disana disini 
Continue reading →
February 16th, 2008 — Story
Siapa yang tidak kenal dengan Buya Hamka. Tokoh Islam kharismatik yang sampai sekarang masih dikenang dan karya-karyanya sangat berguna bagi seluruh umat manusia khususnya masyarakat Islam.
Continue reading →
February 1st, 2008 — Story
Hebat eiuuuu, hanya semalam diguyur hujan Jakarta banjir lagi. Banjirnya sampai Istana Negara. Bahkan ada pohon tumbang dengan gedung wartawan.
Hujan itu mulainya sekitar 12 tengah malam (31/1/08), ada geledeknya. Sampai sore harinya masih hujan walaupun sudah agak reda.
Rekor hujan semalam, Jakarta menjadi banjir ? Waktu banjir tahun kemarin, atau yang kemarin-kemarin, Jakarta akan banjir hebat jika lebih dari 5 hari Depok, Bogor hujan lebat.
Jantung Kota Jakarta Terendam Banjir
Jakarta Banjir
January 29th, 2008 — Kesehatan, Story
Minggu kemarin, saya dipasang behel. Minggu kemarinnya lagi pasang 2 cincin di 2 geraham atas kanan dan kiri. Fungsi cincin ini lupa nih buat apaan ….
Sampai sekarang fine-fine aja, tidak menganggu.
Pas sampai rumah, ibu, adik dan keponakan antusias lihat gigi saya, “Coba lihat giginya …”
Yang paling lucu keponakan nomor 2 yang masih berumur 7 bulan. Biasanya saya gendong, dia melihat mata dan dia pun tertawa, tantenya ikut tertawa pula.
Tapi kali ini dia langsung berhenti tertawanya setelah melihat gigi-gigi tantenya.
Ekspresi wajahnya itu lho …. bikin saya ketawa geli … Semakin saya tertawa terbahak-bahak … dia tetap melihat gigi saya, lama-lama jari telunjuknya menunjuk ke arah mulut, saya biarkan … mendekati mulut, akhirnya saya pegang jarinya tersebut.
“Sayang, mau tanya kenapa gigi uwo ? Namanya dibehel. Kenapa ? Aneh yach .. kemarin ga ada kan .. sekarang ada nih … nanti udah gede tahu kok apa itu behel”
Sambil saya berbicara, dia tetap menatap gigi-gigi saya. Biasanya kalau saya berbicara dia akan melihat mata.
Hari ini adalah hari ke 2, saya gendong kembali dan tetap dia melihat gigi saya. Dia sudah tak melihat mata saya. Sudah tak sibuk mengaduk-aduk wajah tantenya, tidak tertawa senang lagi. Dia menggunakan ekspresi wajah …. hmmm apa yach namanya … “mungkin ingin tahu, tanda tanya” yang jelas bagi saya, wajahnya jadi lucu …
January 29th, 2008 — Story
Warna kesayangan saya adalah warna putih. Putih itu bersih, kita menjaganya agar tidak kotor.
Waktu masih SD, paling senang hari Senin karena pake putih-putih kecuali sepatu warnanya hitam, dasi dan topi warna merah.
Waktu jadi dokter kecil, saya pake baju putih-putih kecuali topi berwarna biru langit dan sepatu hitam. Jadi dalam 1 minggu 2 kali pake putih-putih.
Pernah karena pake baju putih-putih, guru-guru saya jadi repot, “Auliah, jangan main kasti, nanti baju doktermu kotor”, “Auliah jangan main itu, ga boleh main ini, nanti bajumu jadi coklat”. Tapi kenapa yang lain boleh ? Please deh bu .. pak … yang lain juga pake baju dokter kecilnya.
Warna kesayangan kedua adalah hitam dan abu-abu. Kalau hitam ga keliatan dekilnya … hahahaa. Menurut saya, abu-abu warna tak pasti, paling sering dipakai jika suasana hati lagi bimbang dan resah.
Kelas 2 SMP saya suka warna coklat muda, hijau muda dan pink muda.
Setelah kejadian ini, saya menyukai warna biru tapi yang muda kalau perlu sama seperti kejadian tersebut tapi belum ketemu.
Saya kalau lagi suka suatu warna, bisa beberapa hari warnanya itu aja. Warna biru saja ada beberapa baju. Tapi kan orang jadi melihatnya bajunya itu melulu walaupun modelnya lain-lain plus kalau bawahannya juga warnanya senada.
Sepupu kan bikin baju dan punya toko sendiri, saya kalau beli ditempat sepupu pasti beliau sudah tahu warna kesukaan saya .. yach kalau ga coklat muda, hitam, putih paling akhir pilihan biru. Suatu hari, mungkin ga tahan untuk kasih saran, “Auliah, bisa ga cari warna yang lain, yang ini bagus warnanya (sambil nunjukin baju), yang ini juga bagus … cocok sama kulit kamu”. Hahaha tapi percuma dia kasih saran, tetap aja warnanya yang diambil itu lagi-lagi.
Soal biru, semakin kesini agak terobsesi, background FS dan blognya warna biru karena fotonya pake baju biru. Myspace juga di profilnya biru dengan background penari Bali. Di bagian dalam Myspace, biru juga. Cuma di 2 blog saya warna coklat karena birunya ga ada yang bagus. Blog yang asli keluaran Wordpress, juga biru. Dekstop saya warnanya biru, wallpaper gambar “beach” yang pastilah ada warna birunya. Sprei dan baju bantal warnanya biru.
Saya juga suka matanya Leonardo DiCaprio, Daniel “Harry Potter”, beberapa pemain The Lord of Ring terutama Elijah Wood. Walaupun warna mata tersebut belum persis-persis amat.
Waktu hari Minggu kemarin, dokter gigi tanya, karetnya giginya (?) mau warna apa ? Biru. Sikat gigi khususnya warna apa ? Biru.
January 18th, 2008 — Story
Saya pernah menguap dan mengantuk sangat berat waktu Aa Gym ceramah. Saat itu beliau belum begitu tenar se-Indonesia, Aa Gym ceramahnya di sekolah Al Azhar. Waktu beliau tenar, ceramah pindah ke masjid, orang sudah banyak yang dengar beliau, saya tetap mengantuk sangat berat.
Saya pernah menguap dan mengantuk sangat berat waktu di kelas Bang Arifin Ilham. Sialnya beliau bisa memandang seluruh isi kelas. Karena ga tahan ngantuknya, akhirnya saya bertopang dagu. Kayaknya beberapa kali saya di”sentil”. Hahahaha bodo deh, Saat itu beliau sering ngajarin kelas saya. Waktu itu beliau belum tenar dengan Majelis Zikirnya.
Saya pernah menguap dan mengantuk sangat berat waktu pengajian Huttaqi. Beliau bisa memandang kami semua.
Saya pernah menguap dan mengantuk pada ceramah Ary Ginandjar sewaktu beliau presentasikan soal jagad alam yang sedang trend waktu itu. Saat itu peserta sedikit, suasana masjid remang-remang. Sayangnya, audio yang menggelegar tidak bisa memulihkan rasa mengantuk saya.
Saya pernah menguap dan mengantuk pada rapat-rapat bersama teman-teman, pelatihan dan seminar.
Entahlah kenapa saya cepat mengantuk yach … walaupun materi dan pembicaranya sangat menarik. Saya pernah coba tidur yang cukup, tidak makan kenyang sebelum acara tapi tetap tidak pengaruhnya.
Saya cepat mengantuk juga jika membaca.
January 18th, 2008 — Story
Paaanas sekali … kata BMG, hari ini hujan disertai petir. Kemarin hujan sedang sampai ringan. Tapi hujan sudah lama ga turun. Hmm dua minggu kali yach, ga turun hujan … Katanya sekarang musim hujan sampai bulan Februari
AC saja tidak terasa dingin. ACnya rusak ? Engga kok baru aja ditambah freon dan dicek. Kalau banyak orang di warnet, puannnnaaas. Ga ada kipas angin tambahan lagi
Serba salah, kalau hujan, AC terlalu dingin. Keseringan hujan, Jakarta banjir, baju lama keringnya dan lembab. Mandi segan tapi harus.
Kalau panas, ingin mandi terus karena sering berkeringat. Di ruangan berAC berpeluh tapi baju cepat kering.
Maunya sih … maunya … heheheh
Udaranya sedang-sedang saja, ga panas ga hujan. Tapi please kalau hujan jangan pake petir yach …
December 29th, 2007 — Story
Sudah dua minggu hujan terus menerus di rumahku. Udara semakin lama semakin dingin saja. Entahlah berapa derajat tapi yang jelas belum sampai min dan pasti dibawah rata-rata suhu pada musim panas. Disini kalau musim panas juga tidak begitu panas cuma terik saja tapi nyaman.
Paling terasa dingin sewaktu mandi yang 2 kali sehari itu. Dinginnya air membuat ngilu gigi. Dinginnya sampai terasa ketulang. Mandipun secepat kilat. Kalau mau keramas mikir lama banget. Masak air …. hehehe malas.
Malamnya, sambil duduk nonton televisi sambil berselimut. Brrrr…. masih dingin, pasang kaos kaki tebal, baju 2 lapis dan baju dingin. Woow…. seperti di Puncak saja.
Tidur di tempat tidur, sprei dingin sekali begitupula bantal. Hembusan angin malam yang dingin masuk ke dalam kamar. Akhirnya badannya dibuat melingkar.
Brrrr …. rasanya ingin minum susu coklat hangat …
December 1st, 2007 — Story
Ini cerita basi, kejadiannya sudah 4 minggu lalu. Tepatnya hari Jum’at, saat itu hujan disertai petir yang suaranya sangat besar dan terus menerus tanpa berhenti. Suara petirnya ada yang kecil, ada yang besar. Yang besar ini sanggup menggentarkan kaca, lemari, etalase, dan ubin.
Yang super besar menimbulkan suara pecah dan cahayanya masuk ke dalam rumah. Biasanya kalau suara pecah pasti ada yang kena.
Benar juga, sorenya, tetangga memberi kabar bahwa orang yang tinggal dengan Pos Polisi yang letaknya didepan komplek terkena sambaran petir dan langsung meninggal ditempat. Herannya, pohon-pohon disekitarnya yang jarak tidak sampai 50 meter dan tingginya melebihi orang tersebut tidak hangus alias utuh. Menurut pengalaman orang-orang di daerah saya, jika ada pohon disekitar orang yang terkena petir tersebut, benda itu akan terkena juga. Maklum mereka sudah sering lihat orang kena petir.
Besok pagi, ada guru yang mengajar di daerah ke arah Parung. Dia cerita, kemarin, waktu hujan turun, komputernya kena petir. Kebetulan 2 komputer yang hidup,langsung hangus. Beliau juga cerita, temannya yang tinggal di Ciseeng, kena petir juga pada hari dan jam yang sama. Saat itu 3 orang sedang bermain di sawah, disuruh cepat pulang karena petir dari jauh sudah terdengar. Yang satu menggunakan handsfree. Yang menggunakan handsfree bilang “Ga bakalan kena petir deh”. Habis bicara seperti itu, langsung kesamber petir, terlempar kena beton dan meninggal dunia. 2 temannya, dibelakang leher hangus.
Selain manusia, telepon pun kena. Orang yang tinggal di Vila Pamulang, sudah 3 kali ganti telepon dan rusaknya karena kena petir.
Musim hujan tahun kemarin, petirnya tidak begitu ganas, tapi dia main ke tempat lain. Ada orang kesamber petir lagi nyuci motor, tukang siomay lagi jalan diwaktu hujan (dulu kalau jalan saat hujan gpp yach).
Saya perhatikan, dibeberapa daerah akhir-akhir ini sudah sering terdengar orang kesamber petir. Alasannya karena global warming.
Kalau tempat saya memang dari zaman kiplik, petirnya suka nyamber orang, rumah, tiang listrik, tiang telepon, dan pohon.
Jadi kesimpulannya, kalau ke rumah saya menggunakan motor dan jalan kaki, telepon dulu, “Auliah disana mendung ga ?” atau “Disana ada petir ga ?”
Tunggu dulu, pernah lho lagi terang menderang tiba-tiba geledek gede … hahahaha ….