Entries Tagged 'Story' ↓

Pekerjaan Malaikat

Pasti kita tahu pekerjaan Malaikat dalam agama Islam. Malaikat dalam agama Islam itu ada 10 Malaikat yaitu :
Continue reading →

Botak

Akhirnya saya potong rambut di salon …. sudah lama banget ga motong rambut di tempat semestinya.

Biasanya dipotongin sama adik … potongnya tinggal lurus saja, ga neko-neko, tapi ada juga yang mencong disana disini

Continue reading →

Buya Hamka

Siapa yang tidak kenal dengan Buya Hamka. Tokoh Islam kharismatik yang sampai sekarang masih dikenang dan karya-karyanya sangat berguna bagi seluruh umat manusia khususnya masyarakat Islam.

Continue reading →

Hanya Semalam

Hebat eiuuuu, hanya semalam diguyur hujan Jakarta banjir lagi. Banjirnya sampai Istana Negara. Bahkan ada pohon tumbang dengan gedung wartawan.

Hujan itu mulainya sekitar 12 tengah malam (31/1/08), ada geledeknya. Sampai sore harinya masih hujan walaupun sudah agak reda.

Rekor hujan semalam, Jakarta menjadi banjir ? Waktu banjir tahun kemarin, atau yang kemarin-kemarin, Jakarta akan banjir hebat jika lebih dari 5 hari Depok, Bogor hujan lebat.

Jantung Kota Jakarta Terendam Banjir

Jakarta Banjir

Ada Apa Digigimu

Minggu kemarin, saya dipasang behel. Minggu kemarinnya lagi pasang 2 cincin di 2 geraham atas kanan dan kiri. Fungsi cincin ini lupa nih buat apaan …. :D

Sampai sekarang fine-fine aja, tidak menganggu.

Pas sampai rumah, ibu, adik dan keponakan antusias lihat gigi saya, “Coba lihat giginya …”

Yang paling lucu keponakan nomor 2 yang masih berumur 7 bulan. Biasanya saya gendong, dia melihat mata dan dia pun tertawa, tantenya ikut tertawa pula.

Tapi kali ini dia langsung berhenti tertawanya setelah melihat gigi-gigi tantenya.

Ekspresi wajahnya itu lho …. bikin saya ketawa geli … Semakin saya tertawa terbahak-bahak … dia tetap melihat gigi saya, lama-lama jari telunjuknya menunjuk ke arah mulut, saya biarkan … mendekati mulut, akhirnya saya pegang jarinya tersebut.

“Sayang, mau tanya kenapa gigi uwo ? Namanya dibehel. Kenapa ? Aneh yach .. kemarin ga ada kan .. sekarang ada nih … nanti udah gede tahu kok apa itu behel”

Sambil saya berbicara, dia tetap menatap gigi-gigi saya. Biasanya kalau saya berbicara dia akan melihat mata.

Hari ini adalah hari ke 2, saya gendong kembali dan tetap dia melihat gigi saya. Dia sudah tak melihat mata saya. Sudah tak sibuk mengaduk-aduk wajah tantenya, tidak tertawa senang lagi. Dia menggunakan ekspresi wajah …. hmmm apa yach namanya … “mungkin ingin tahu, tanda tanya” yang jelas bagi saya, wajahnya jadi lucu …

Warna Kesayangan

Warna kesayangan saya adalah warna putih. Putih itu bersih, kita menjaganya agar tidak kotor.

Waktu masih SD, paling senang hari Senin karena pake putih-putih kecuali sepatu warnanya hitam, dasi dan topi warna merah.

Waktu jadi dokter kecil, saya pake baju putih-putih kecuali topi berwarna biru langit dan sepatu hitam. Jadi dalam 1 minggu 2 kali pake putih-putih.

Pernah karena pake baju putih-putih, guru-guru saya jadi repot, “Auliah, jangan main kasti, nanti baju doktermu kotor”, “Auliah jangan main itu, ga boleh main ini, nanti bajumu jadi coklat”. Tapi kenapa yang lain boleh ? Please deh bu .. pak … yang lain juga pake baju dokter kecilnya.

Warna kesayangan kedua adalah hitam dan abu-abu. Kalau hitam ga keliatan dekilnya … hahahaa. Menurut saya, abu-abu warna tak pasti, paling sering dipakai jika suasana hati lagi bimbang dan resah.

Kelas 2 SMP saya suka warna coklat muda, hijau muda dan pink muda.

Setelah kejadian ini, saya menyukai warna biru tapi yang muda kalau perlu sama seperti kejadian tersebut tapi belum ketemu.

Saya kalau lagi suka suatu warna, bisa beberapa hari warnanya itu aja. Warna biru saja ada beberapa baju. Tapi kan orang jadi melihatnya bajunya itu melulu walaupun modelnya lain-lain plus kalau bawahannya juga warnanya senada.

Sepupu kan bikin baju dan punya toko sendiri, saya kalau beli ditempat sepupu pasti beliau sudah tahu warna kesukaan saya .. yach kalau ga coklat muda, hitam, putih paling akhir pilihan biru. Suatu hari, mungkin ga tahan untuk kasih saran, “Auliah, bisa ga cari warna yang lain, yang ini bagus warnanya (sambil nunjukin baju), yang ini juga bagus … cocok sama kulit kamu”. Hahaha tapi percuma dia kasih saran, tetap aja warnanya yang diambil itu lagi-lagi.

Soal biru, semakin kesini agak terobsesi, background FS dan blognya warna biru karena fotonya pake baju biru. Myspace juga di profilnya biru dengan background penari Bali. Di bagian dalam Myspace, biru juga. Cuma di 2 blog saya warna coklat karena birunya ga ada yang bagus. Blog yang asli keluaran Wordpress, juga biru. Dekstop saya warnanya biru, wallpaper gambar “beach” yang pastilah ada warna birunya. Sprei dan baju bantal warnanya biru.
Saya juga suka matanya Leonardo DiCaprio, Daniel “Harry Potter”, beberapa pemain The Lord of Ring terutama Elijah Wood. Walaupun warna mata tersebut belum persis-persis amat.

Waktu hari Minggu kemarin, dokter gigi tanya, karetnya giginya (?) mau warna apa ? Biru. Sikat gigi khususnya warna apa ? Biru.

Ngantuk

Saya pernah menguap dan mengantuk sangat berat waktu Aa Gym ceramah. Saat itu beliau belum begitu tenar se-Indonesia, Aa Gym ceramahnya di sekolah Al Azhar. Waktu beliau tenar, ceramah pindah ke masjid, orang sudah banyak yang dengar beliau, saya tetap mengantuk sangat berat.

Saya pernah menguap dan mengantuk sangat berat waktu di kelas Bang Arifin Ilham. Sialnya beliau bisa memandang seluruh isi kelas. Karena ga tahan ngantuknya, akhirnya saya bertopang dagu. Kayaknya beberapa kali saya di”sentil”. Hahahaha bodo deh, Saat itu beliau sering ngajarin kelas saya. Waktu itu beliau belum tenar dengan Majelis Zikirnya.

Saya pernah menguap dan mengantuk sangat berat waktu pengajian Huttaqi. Beliau bisa memandang kami semua.

Saya pernah menguap dan mengantuk pada ceramah Ary Ginandjar sewaktu beliau presentasikan soal jagad alam yang sedang trend waktu itu. Saat itu peserta sedikit, suasana masjid remang-remang. Sayangnya, audio yang menggelegar tidak bisa memulihkan rasa mengantuk saya.

Saya pernah menguap dan mengantuk pada rapat-rapat bersama teman-teman, pelatihan dan seminar.

Entahlah kenapa saya cepat mengantuk yach … walaupun materi dan pembicaranya sangat menarik. Saya pernah coba tidur yang cukup, tidak makan kenyang sebelum acara tapi tetap tidak pengaruhnya.

Saya cepat mengantuk juga jika membaca.

Duh, Musim Hujan atau Kemarau ?

Paaanas sekali … kata BMG, hari ini hujan disertai petir. Kemarin hujan sedang sampai ringan. Tapi hujan sudah lama ga turun. Hmm dua minggu kali yach, ga turun hujan … Katanya sekarang musim hujan sampai bulan Februari :(

AC saja tidak terasa dingin. ACnya rusak ? Engga kok baru aja ditambah freon dan dicek. Kalau banyak orang di warnet, puannnnaaas. Ga ada kipas angin tambahan lagi :(

Serba salah, kalau hujan, AC terlalu dingin. Keseringan hujan, Jakarta banjir, baju lama keringnya dan lembab. Mandi segan tapi harus.

Kalau panas, ingin mandi terus karena sering berkeringat. Di ruangan berAC berpeluh tapi baju cepat kering.

Maunya sih … maunya … heheheh :D Udaranya sedang-sedang saja, ga panas ga hujan. Tapi please kalau hujan jangan pake petir yach …

Brrrr….. Dingin

Sudah dua minggu hujan terus menerus di rumahku. Udara semakin lama semakin dingin saja. Entahlah berapa derajat tapi yang jelas belum sampai min dan pasti dibawah rata-rata suhu pada musim panas. Disini kalau musim panas juga tidak begitu panas cuma terik saja tapi nyaman.
Paling terasa dingin sewaktu mandi yang 2 kali sehari itu. Dinginnya air membuat ngilu gigi. Dinginnya sampai terasa ketulang. Mandipun secepat kilat. Kalau mau keramas mikir lama banget. Masak air …. hehehe malas.

Malamnya, sambil duduk nonton televisi sambil berselimut. Brrrr…. masih dingin, pasang kaos kaki tebal, baju 2 lapis dan baju dingin. Woow…. seperti di Puncak saja.

Tidur di tempat tidur, sprei dingin sekali begitupula bantal. Hembusan angin malam yang dingin masuk ke dalam kamar. Akhirnya badannya dibuat melingkar.

Brrrr …. rasanya ingin minum susu coklat hangat …

Kesamber Petir

Ini cerita basi, kejadiannya sudah 4 minggu lalu. Tepatnya hari Jum’at, saat itu hujan disertai petir yang suaranya sangat besar dan terus menerus tanpa berhenti. Suara petirnya ada yang kecil, ada yang besar. Yang besar ini sanggup menggentarkan kaca, lemari, etalase, dan ubin.

Yang super besar menimbulkan suara pecah dan cahayanya masuk ke dalam rumah. Biasanya kalau suara pecah pasti ada yang kena.

Benar juga, sorenya, tetangga memberi kabar bahwa orang yang tinggal dengan Pos Polisi yang letaknya didepan komplek terkena sambaran petir dan langsung meninggal ditempat. Herannya, pohon-pohon disekitarnya yang jarak tidak sampai 50 meter dan tingginya melebihi orang tersebut tidak hangus alias utuh. Menurut pengalaman orang-orang di daerah saya, jika ada pohon disekitar orang yang terkena petir tersebut, benda itu akan terkena juga. Maklum mereka sudah sering lihat orang kena petir.

Besok pagi, ada guru yang mengajar di daerah ke arah Parung. Dia cerita, kemarin, waktu hujan turun, komputernya kena petir. Kebetulan 2 komputer yang hidup,langsung hangus. Beliau juga cerita, temannya yang tinggal di Ciseeng, kena petir juga pada hari dan jam yang sama. Saat itu 3 orang sedang bermain di sawah, disuruh cepat pulang karena petir dari jauh sudah terdengar. Yang satu menggunakan handsfree. Yang menggunakan handsfree bilang “Ga bakalan kena petir deh”. Habis bicara seperti itu, langsung kesamber petir, terlempar kena beton dan meninggal dunia. 2 temannya, dibelakang leher hangus.

Selain manusia, telepon pun kena. Orang yang tinggal di Vila Pamulang, sudah 3 kali ganti telepon dan rusaknya karena kena petir.

Musim hujan tahun kemarin, petirnya tidak begitu ganas, tapi dia main ke tempat lain. Ada orang kesamber petir lagi nyuci motor, tukang siomay lagi jalan diwaktu hujan (dulu kalau jalan saat hujan gpp yach).

Saya perhatikan, dibeberapa daerah akhir-akhir ini sudah sering terdengar orang kesamber petir. Alasannya karena global warming.

Kalau tempat saya memang dari zaman kiplik, petirnya suka nyamber orang, rumah, tiang listrik, tiang telepon, dan pohon.

Jadi kesimpulannya, kalau ke rumah saya menggunakan motor dan jalan kaki, telepon dulu, “Auliah disana mendung ga ?” atau “Disana ada petir ga ?”

Tunggu dulu, pernah lho lagi terang menderang tiba-tiba geledek gede … hahahaha ….

Tapi Ayah ….

Seorang ayah bercerita dengan bangga kepada anaknya yang beranjak remaja.

Dimulailah cerita tersebut ….

Waktu SMA dulu, ayah jadi Ketua Osis, kemana-mana hayoo. Panjat tebing, naik gunung, main musik, main drama, sibuk sana sibuk sini. Pokoknya ayah populer saat itu dan disayang guru. Dan pasti dari kelas 1 sampai dengan kelas 3 semua kenal ayah. Beberapa teman-teman ayah saat ini ada yang sudah terkenal jadi artis, pejabat, pengusaha dan macam-macam deh. Satu persatu ayah sebutkan nama-nama temannya yang terkenal sekarang dan beberapa ada yang dikenal si anak karena pernah lihat ditelevisi.

Dulu ayah menggunakan pakaian model yang lagi trend zaman itu. Mulai dari atas rambut sampai kaki, trend habis. Kalau anak sekarang bilangnya “Anak Gaul”.

Anaknya mendengarkan dengan seksama dan penuh kekaguman. “Ayahku hebat”.

“Bagaimana pelajaran ayah?”, tanya anaknya.

Karena kebanyakan ngadain kegiatan dan jadi panitia itu dan ini, pelajaran akhirnya jatuh walaupun waktu ujian terakhir lulus dengan nilai pas-pasan.

Suatu hari anaknya menghadap dan mengajukan izin.

“Ayah, saya boleh ikutan OSIS ?”

“Ngapain kamu ikutan OSIS ? Menghabiskan waktu saja, nanti pelajaran kamu tertinggal !”, katanya ayahnya dengan nada kurang senang.

Dengan pandangan heran dan sedih.

“Tapi ayah …”

“Tidak ada tapi-tapian, kamu boleh ikut organisasi apapun di sekolah tapi tidak jadi pengurus !”

Dengan hati sedih, dia pergi menjauh dari ayahnya.

Sebenarnya anak ayah murid pintar di sekolahnya. Waktu di SD dulu pernah memangku 2 jabatan strategis dan begitu banyak perlombaan yang diikutinya tapi pelajaran tidak tertinggal, selalu rangking.

Sambil duduk termenung di teras rumah, “Mungkin ayah benar, nanti pelajaran tertinggal”.

Masuk kuliah, si anak ikut organisasi yang diminatinya.

Suatu hari menghadaplah si anak ke ayahnya dan pertanyaan kurang lebih serupa waktu SMA.

“Ayah, saya boleh jadi panitia “A” ?”

Ayah pun menjawab dengan santai.

“Kuliah aja dulu sampai beres, baru ikutan jadi panitia ini dan itu”

“Tapi ayah …”, jawab si Anak.

“Tidak bisa, kuliah yang benar, boleh ikutan organisasi kampus tapi ga boleh ikutan jadi ketua, wakil ketua, bendahara dll apalagi jadi panitia ini dan itu! Ngabisin waktu, uang dan tenaga !”

Tapi si anak cerdik, diam-diam dia telah menjadi panitia tapi bukan yang strategi, dia menjadi anggota panitia atau wakil panitia. Dan si anak bisa membagi waktu agar tidak ketahuan ayahnya.

Disuatu sore hari, Ayahnya bercerita kembali organisasi yang pernah diikutinya setelah lulus SMA bahkan sampai ikutan partai dan anak partai. Dan seperti biasanya, ayahnya bercerita dan menyebutkan nama-nama teman organisasinya. Ada yang jadi menteri, pejabat, anggota DPR MPR, dubes, diplomat, penguasa, gubernur dan sebagainya.

Dan seperti biasanya sianak mendengarnya dengan kagum.

Suatu hari, pulang dari kerja.

“Ayah, saya diangkat jadi Ketua Panitia di kantor!”

“Bukannya kerja malah jadi ketua! Ngabisin waktu dan uang saja !”

Mendengar hal tersebut si anak cuma tersenyum sinis.

Pohon Mangga Bapak

Di depan kamar saya, berdiri pohon mangga Manalagi yang dibeli saat dia masih kecil, bukan berasal dari biji. Waktu beli, ibu ingin punya mangga harum manis. Kata penjualannya, pohon yang ditunjuknya memang mangga harus manis. Karena ibu tidak tahu model-model pohon mangga, iyakan saja. Beliau tentulah lebih percaya sama yang jual diperkirakan tukang pohon pasti tahu barang dagangannya.

Setelah berbuah dan orang-orang sering bilang, pohon yang di rumah bukan mangga Harum Manis tapi si Manalagi. Orang-orang melihat dari daunnya.

Kecewalah ibuku, karena dibohongi atau memang penjualnya tidak tahu yach ?!!!

Setelah belajar berbuah selama 2 tahun dengan buah yang kecil, sering gagal, diserang lalat dari pasar, banyak kutunya, akhirnya musim mangga kali ini buahnya lumayan banyak.

Buah yang terbanyak bergelantungan di luar pagar. Menurut hukum pidana (kali yach ??), buah yang berada di luar pagar rumah adalah milik umum.

Waduh … yaahhhhhh …

Kalau jalan-jalan di Jl. Raya Pondok Petir, banyak banget buah yang keluar dari pagarnya, mulai dari rambutan, mangga, duren, duku, jambu, jeruk Bali, nangka, melinjo dan sebagainya. Nah, buah-buah tersebut gampang ngambilnya, tidak perlu susah payah, bisa digapai dengan dengan mudah. Kalau kita menggunakan hukum pidana tersebut, kita bakalan diteriakin maling. Sekuat kita beragumen tetap kita diteriakin MALING.

Kembali ke mangga Manalagi. Seperti biasanya, orang tua saya akan membagikan. Seperti yang dilakukan waktu punya jambu apel yang enak banget di Bekasi.

Menurut orang-orang yang jago pohon, buah mangga Manalagi masih muda tetap enak dagingnya … buat rujak.

Soal pohon yang ditaruh diluar pagar rumah, saya pernah punya Srikaya. Karena terlalu lama muncul buahnya, saya gembira sekali. Pas sudah besar, buahnya diambil orang …. :(

Gajah Mada

gajah_mada.jpgSudah cukup lama saya merasa ada yang aneh dengan wajah Gajah Mada. Tapi entahlah dibagian mana.

Tahun berganti tahun, Gajah Mada terlupakan dan teringatkan.

Dan akhirnya … saat ini saya perhatikan lebih mendalam wajah Gajah Mada dari internet.

Hmm … rupanya bibirnya … bibirnya terlalu tebal. Alisnya kayak perempuan.

Maaf ya … terpaksa nih, ga tahan untuk diungkapkan.

Baca-baca di Paman Google, wajah Gajah Mada yang ada dimana-mana merupakan wajah imajiner pembuatnya.

Walaupun begitu Gajah Mada masih tetap menjadi misteri dalam kehidupan pribadinya. Dan beliau diperebutkan oleh Jawa Tengah dan Sumatera Barat.

Gelap Gulita

Malam minggu kemarin, daerah saya gelap gulita. Saya terjaga pukul 2.30 pagi/subuh karena terbangun oleh suara ibu dan bapak diluar rumah.

Wow, gelap. Keluar dari kamar cuma diterangi oleh beberapa cahaya lilin.

Rupanya bapak sedang bercakap dengan pihak keamanan yang jaga malam. Seluruh komplek mati lampu sampai di luar komplek/perkampungan.

Hmmm …. diluar kebiasaan
Tumben kompak

Kalau ditempat saya, kalau mati lampu tidak sekaligus karena dibagi dua wilayah kerja PLN. Ada wilayah kerja PLN Tangerang dan wilayah PLN Depok. Kalau saya di wilayah PLN Depok, kalau gang sebelah termasuk PLN Tangerang.

Wilayah kerja PLN Tangerang termasuk luas di komplek perumahan saya. Padahal kita keseluruhan masuk wilayah Depok. Saya menyebutkannya gang sebelah sebenarnya mulai gang sebelah sampai perbatasan Tangerang.

Kalau gang sebelah mati lampu, bagian saya tidak mati lampu. Kalau bagian saya bisa dikatakan jarang sekali mati lampu. Gang sebelah keseringan banget. Apalagi waktu mereka gardu listriknya diatas alias model lama. Kalau mendung aja, listrik dijamin dimatikan, takut kesamber petir :) Siang bolong aja bisa tiba-tiba ada geledek kenceng banget … . Kalau bagian saya, geledeknya membahana dengan cahaya yang terang benderang sampai kaca jendela dan ubin bergetar kemudian tinggal “Smileeee …”, jadilah kita difoto … … tetap lho hidup listriknya.

Waktu Jakarta ada giliran pemadaman listrik, gang sebelah dan seterusnya mati lampu. Kalau bagian wilayah saya (PLN Depok) tidak mati lampu.

Kenapa ya … seperti itu ? Kalau telepon juga gitu, saya termasuk bagian Jakarta Selatan, tapi speedynya Ciputat. Ciputat itu Tangerang. Tetangga, Telkomnya masuk Tangerang padahal jaraknya beda 10 rumah. Pokoknya wilayah Listrik dan Telkom amburadul di komplek saya.

Halal bi Halal

Waktu bulan puasa, ramai sekali yang mengadakan buka bersama dengan singkatan BukBer.

Setelah lebaran, puas-puas sama keluarga dan family saling berkunjung. Kemudian ramailah undangan untuk Halal bi Halal.

Kata Halal bi Halal menurut informasi di NewsDotCom. Siapa ya namanya tuh, coba lihat di websitenya NewsDotCom, mengatakan kata tersebut sudah lama ada saat zaman kemerdekaan yang diadakan oleh kaum muda di Yogyakarta.

Nah, saya dapat undangan atau pemberitahuan untuk Halal bi Halal. Salah satunya dari Awari, teman-teman di Palmerah, dari kampung halaman, dan dengan pasti menyusul dari Al-Azhar.

Yang paling dinanti … Pestablogger Indonesia. Yeahh dapat undangan Free :).

Ada yang dalam 1 hari, 3 acara Halal bi Halal. Kemungkinan besar hanya menghadiri 1 tempat saja.

Sibuk ya :P